Bekas Tahan Taliban, Yvonne Ridley - Kagum Dengan Hak Wanita Dalam Islam

>> Wednesday, January 27, 2010


Ramai orang yang menilai Islam tidak memberikan penghormatan terhadap kaum perempuan. Tapi tidak bagi Yvonne Ridley setelah ia mengenal Islam. Bekas wartawan berasal Inggris yang pernah menjadi tawanan Taliban di Afghanistan ini, masuk Islam setelah ia mendalami al-Quran dengan harapan menemukan perintah-perintah Tuhan dalam Islam yang menempatkan perempuan pada kedudukan rendah. Apalagi ketika itu Ridley juga seorang aktivis feminisme.

Tapi semakin ia mendalami al-Quran, Ridley tidak menemukan apa yang dicarinya, ia malah menemukan ajaran Islam yang luhur tentang kaum perempuan, dimana Islam menempatkan kaum perempuan dalam darjat yang tinggi dan mulia. Inilah yang kemudian mendorong Yvonne untuk memilih menjadi seorang Muslim dan sekarang dikenal aktif berdakwah kemana-mana. Bagaimana pengalaman Ridley menjadi seorang mualaf dan apa pandangannya tentang perempuan dalam Islam.

Berikut petikan wawancara yang dilakukan web Islamonline dengan Yvonne Ridley;

Seberapa jauh Anda tahu tentang Islam sebelum menjadi seorang Muslimah?

Saya cuma tahu sedikit tentang Islam sebelum menjadi Muslim. Saya hanya tahu dari media massa.

Bagaimana ceritanya Anda masuk Islam?

Semasa saya menjadi tawanan Taliban, seorang ulama mendatangi saya. Dia menanyakan beberapa pertanyaan tentang agama dan menanyakan apakah saya mau tukar agama. Ketika itu, saya takut kalau saya salah memberikan respon, maka saya akan dibunuh. Setelah berfikir masak-masak, saya berterima kasih pada ulama tadi atas tawarannya yang baik itu dan saya kata bahwa susah bagi saya membuat keputusan untuk mengubah hidup saya ketika saya sedang menjadi tawanan. Tapi saya berjanji, jika saya dibebaskan dan kembali ke London, saya akan mempelajari tentang Islam.

Akhirnya saya bebas dan saya mulai membaca terjemahan al-Quran. Saya memilih surat-surat dalam al-Quran hanya yang ingin saya baca saja. Saya sangat kagum dengan hak-hak yang diberikan Islam pada kaum perempuan dan inilah yang paling membuat saya tertarik pada Islam.

Setelah memeluk Islam, apakah Anda memmerlu bantuan dari komuniti Muslim?

Ya dan tidak. Saya mendapat banyak dorongan dari sesama Muslimah. Saya merasa beruntung jika dibandingkan dengan banyak mualaf lainnya. Banyak mualaf yang benar-benar memmerukan bantuan semangat hampir setiap hari. Yang menyedihkan, banyak diantara kami yang diabaikan setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Saya cuma ingin mengatakan, tahun-tahun pertama bagi para mualaf adalah masa yang kritis bagi perkembangan mereka sebagai seorang Muslim, jadi sebaiknya para mualaf baru jangan diabaikan begitu ia usai mengucapkan syahadat.

Tantangan apa yang paling berat setelah Anda memeluk Islam?


Belajar menjadi orang yang lebih baik. Mungkin kedengarannya agak aneh, karana saya tidak merasa sebagai orang yang buruk sebelum memeluk Islam. Tapi setelah menjadi Muslim, saya harus belajar tentang etika Islam, misalnya tentang kesabaran dan toleransi. Buat mereka yang sudah mengenal baik siapa saya, pasti tahu betapa beratnya perjuangan saya ketika itu.

Bagaimana reaksi keluarga dan teman-teman ketika tahu Anda masuk Islam?

Mereka semua gembira campur hairan. Bagaimana boleh seorang gadis yang gila festa meninggalkan gaya hidup Baratnya dan memeluk Islam? Tapi setelah beberapa waktu, mereka tahu bahwa saya bersungguh-sungguh! Saya lebih sehat dan bahagia, badan saya jadi agak langsing. Mereka melihat bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan saya, saya menjadi orang yang lebih baik. Mereka membantah bahwa ini semua karena Islam. Teman-teman perempuan saya apakah saya punya kawan lelaki sehingga terlihat lebih sihat dan bahagia, saya menjawab "Apakah kamu fikir untuk terlihat lebih baik seperti sekarang saya harus punya teman lelaki? Tidakkah kamu menerima bahwa saya telah menemukan sesuatu yang memberikan saya banyak kebahagiaan, kekuatan dari dalam dan jiwa?"

Bagaimana Anda menyesuaikan diri dengan Jilbab yang Anda kenakan di Inggris, sementara banyak orang menentang jilbab?

Saya senang sekali Anda menanyakan hal ini. Banyak orang berpendapat tentang jilbab, terutama kaum lelaki yang tidak perlu mengenakan jilbab. Mereka tidak tahu, betapa besar tantangan yang dihadapi perempuan berjilbab dan berniqab. Ketika seorang perempuan mengenakan jilbab, mereka memperjuangkan Islam, di baris terdepan. Mereka menjadi sasaran tindakan sewenang-wenang. Sedih rasanya melihat beberapa Muslimah yang diserang secara fizikal gara-gara perdebatan jilbab terutama yang dianjurkan oleh para politikus dengan segala pernyataan-pernyataan buruk mereka tentang jilbab. Jilbab adalah kewajiban. Saya kagum dengan para muslimah yang mengenakan jilbab, dengan kekuatan, semangat dan keimanan mereka.


Untuk Muslimah yang tidak mengenakan jilbab, saya ingin katkan pada orang-orang di sekeliling mereka agar bersabar dan berilah mereka waktu. Kita semua dalam perjalanan spiritual, beberapa diantara kita mencapai tahap tertentu dengan cepat dibandingkan yang lainnya. Perlukan waktu. Kita selayaknya tidak terlalu kritis terhadap sesama Muslimah yang belum berjilbab, kita sebaiknya menyokong dan menolong mereka.

Saya juga tidak langsung mengenakan jilbab. Perlu waktu buat saya untuk mengenakannya, dan itu itu menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan saya sebagai seorang Muslim. Setiap harus selalu ada perbaikan. Jika pembicaraan ini dilakukan kembali 20 tahun mendatang, saya akan kata bahwa saya masih belajar dan berkembang terus, Insya Allah.

Jika ada non-Muslim yang ingin tahu tentang Islam, apa pesan penting yang harus disampaikan seorang Muslim pada non-Muslim?

Kita harus menyampaikan pada Barat bahwa kaum perempuan tidak ditindas dalam Islam, kaum perempuan bukan makhluk kelas dua. Betul, ada sebagian perempuan yang berada di bawah pengurusan laki-laki. Tapi di kalangan non-Muslim di Barat, banyak juga perempuan yang tertindas. Masalah kekerasan dalam rumah tangga adalah isu global bagi perempuan, bukan isu Islam.

Banyak isu yang mempengaruhi kaum perempuan Muslim dan Barat. Tapi akan saya katakan pada kaum perempuan non-Muslim bahwa banyak hal yang substansial dibalik jilbab. Jika mereka mau melihat, mereka akan menyadari bahwa banyak Muslimah berjilbab yang sukses, pintar, berbakat dan dikenal di level internasional. Jadi, daripada buang-buang waktu meributkan jilbab, berhentilah dan bicaralah pada para muslimah.

Read more...

Israel Curi Organ Mangsa-mangsa Gempa HAITI

Israel dicurigai punya motif lain dibalik bantuan yang diberikannya untuk masyarakat Haiti yang baru saja tertimpa bencana gempa bumi dahsyat. Sebuah rakaman video yang disiarkan di situs Youtube mencetuskan kecurigaan bahawa delegasi Israel melakukan pencurian organ tubuh manusia dari para korban gempa di Haiti.



Rakaman video itu dihantar hari Selasa (19/1) oleh T. Westseorang warga negara AS yang tinggal di Seattle, Washington dan anggota kelompok AfriSynergy Productions. Dalam rakaman video tersebut, West mengemukakan kecurigaannya bahawa tim bantuan dari kemiliteran Israel yang dikirim ke Haiti kemungkinan terlibat dalam pencurian organ tubuh manusia dari para pasien yang menjadi korban gempa Haiti.





West, seperti dikutip laman Ynet mengatakan bahawa ada sekelompok orang yang tidak punya hati nurani sedang beroperasi di Haiti dan orang-orang itu adalah anggota tim penyelamat termasuk di antaranya tentera-tentera Israel. Ia mengingatkan kembali kes pencurian organ tubuh manusia yang dilakukan militer Israel di masa lalu dan pemantauan terhadap perbuatan itu sangat kurang.



West menghimbau rakyat Haiti untuk saling melindungi warganya terhadap kelompok-kelompok medis yang datang ke negeri itu dengan berkedok ingin membantu padahal ingin mencari wang dari tragedi yang menimpa Haiti. Pada Ynet, West mengatakan, ia memberikan peringatan itu bukan kerana ia menentang Israel tapi ia sangat membenci ideologi Zionisme yang dianut Israel.



"Kita menyaksikan apa yang dilakukan Zionis Israel di Afrika Selatan dan Palestin. Dari sejarah dan penderitaan kami, saya memahami apa yang sedang dialami rakyat Palestin," ujar West yang masih keturunan Afrika.



West yang bekerja sebagai jurnalis, pembawa acara talk show dan relawan di sejumlah LSM itu menyatakan, dia menghargai kehadiran militer Israel yang ingin membantu korban gempa di Haiti. Tapi ia mengingatkan bahawa di Haiti saat ini, mayat bergelimpangan di mana-mana dan ada orang yang ingin mengeksploitasi mayat-mayat itu. "Harus ada transparansi di Haiti," tukasnya.



Munculnya rakaman video itu seakan menggugah kesedaran masyarakat internasional terutama warga Haiti untuk lebih waspada atas kehadiran tim-tim bantuan dari luar negeri utamanya dari Israel. Apalagi media massa belakangan ini memuji-muji Israel yang dinilai cepat tanggap karena mendirikan rumah sakit darurat di Haiti. Bahkan sekutu Israel, AS dianggap masih kalah cepat dalam membantu warga Haiti.

Read more...

Mengenali perbezaan cara sebat Islam dan Sivil

>> Friday, January 15, 2010

Gambar: Hukuman sebat cara Islam di Aceh, Indonesia



Ramai antara kita yang masih keliru akan perbezaan hukuman sebat cara Islam dengan hukuman sebat cara Sivil. Sehinggakan ada yang tergamak mengatakan Islam itu kejam. Itulah kesilapan orang yang tak berilmu bila cuba berkata-kata seperti bijak pandai yang akhirnya memakan diri sendiri.



Berikut kami kongsikan dengan anda perbezaan sebenar dua hukuman sebat ini. Lepas ni kalau ada sahabat-sahabat kita yang berprasangka, boleh lah kita jelaskan dari apa yang telah kita baca. Sama-samalah kita manfaatkannya.



SEBAT CARA ISLAM


SEBAT CARA ISLAM

1. Panjang rotan tidak lebih 1.22 meter , tebal tidak lebih 1.25 sm
2. Jika pesalah hamil, hukuman dilaksanakan selepas 2 bulan melahirkan anak.
3. Sebatan tidak boleh kena muka, kepala, perut, dada atau bahagian sulit.
4. Pesalah lelaki disebat berdiri manakala perempuan dalam keadaan duduk.
5. Sebatan dengan kekuatan sederhana.
6. Tukang sebat tanpa mengangkat tangannya melebihi kepala.
7. Tidak melukakan kulit pesalah.

SEBAT CARA SIVIL



SEBAT CARA SIVIL

1. Rotan yang digunakan terdiri daripada berbagai-bagai saiz.
2. Pesalah akan ditanggalkan pakaiannya dan digantikan dengan pakaian cawat.
3. Pakaian cawat hanya menutupi bahagian kemaluan depan sahaja.
4. Bahagian daging punggung akan terdedah untuk disebat.
5. Pesalah akan dibaringkan secara berdiri pada patung yang dikhaskan dan diikat kedua kaki dan tangan.
6. Sesetengah tukang sebat menyebat dengan cara terus.
7. Sesetengah tukang sebat menyebat dengan cara sentapan.
8. Sebatan dengan cara sentapan lebih menyakitkan kerana pesalah dapat merasakan cebisan kulit tersentap keluar.




Read more...

Homoseksualiti: Persembahan Barat dan Gereja untuk Dunia

Barat malang, Barat kurang ajar. Mungkin itulah ungkapan yang pantas diberikan. Betapa tidak, Barat yang merupakan peradaban yang tumbuh dari kombinasi filsafat, nilai-nilai kuno Yunani Romawi, agama Yahudi Nasrani yang dimodifikasi bangsa Eropah ini telah menjadi 'kiblat' dunia. Sejak lama Kristen mendominasi sejumlah agama di wilayah ini. Tapi sekarang bohong kiranya kalau Barat dibangun oleh Kristen. Bahkan mungkin sebaliknya, justru Kristen telah dibentuk oleh Barat. Meskipun ukuran penduduknya masih didominasi Kristen, tapi sebenarnya Barat telah kembali kepada Yunani, karena barat telah berhutang jasa kepadanya yang telah memberi filsafat.



Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, seorang pemikir muslim asal malaysia, memandang masalah terbesar yang dihadapi dunia adalah hegemoni dan dominasi keilmuan sekular Barat. Hal tersebut dikarenakan bagi Barat, kebenaran fundamental dari agama dipandang sekedar teoritis, kebenaran absolute dinegasikan dan nilai-nilai relative diterima. Konsekuensinya adalah penegasian Tuhan dan akhirat dan menempatkan manusia sebagai satu-satunya yang berhak mengatur dunia.



Kristen sebagai agama terbesar di barat, yang telah mendominasi peradaban sebelumnya hampir saja tidak berkutik dari hegemoni sekularisme hingga kharisma dan kegagahannya tunduk, tidak muncul ke permukaan. Dogma-dogma 'kitab suci' mereka pun terkotori infiltrasi kepentingan internal gereja dengan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan pengetahuan modern. Terlebih terkoyak masyarakat sekular tercabik tak berdaya.



Katakanlah permasalahan homoseksualiati. Dengan alasan Hak Asasi Manusia, homoseksualiti dianggap praktik manusiawi meskipun selama berabad-abad hal tersebut dinilai kotor, maksiat, dan dosa.



..Dengan alasan Hak Asasi Manusia, homoseksualitas dianggap praktik manusiawi meskipun selama berabad-abad hal tersebut dinilai kotor, maksiat, dan dosa...



Berbagai agama mengecam perbuatan tersebut dengan landasan kitab sucinya. Dalam Kristen misalnya, jelas bible menyatakan kutukannya terhadap homoseksualitas, seperti termaktub dalam Kitab Kejadian 19:4-11 tentang hukuman Tuhan terhadap kaum Sodom dan Gomorah. Kitab Imamat 20: 13 menyebutkan: "Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri." Jadi apa yang terjadi sekiranya ketua agama pun dah jadi gay?





The Living Bible menulis Leviticus 20:13 menyatakan: "Hukuman bagi perilaku homoseksual adalah mati untuk kedua belah pihak. Mereka telah membawa hukuman itu atas diri mereka sendiri." Sedang dalam King James Version ayat ini ditulis: "Jika seorang pria berbaring dengan pria lain, sebagaimana ia berbaring dengan seorang wanita, keduanya telah melakukan kejahatan: Mereka harus dihukum mati; Darah mereka harus ditumpahkan."



Clement of Alexandria, St. John Chrisostom, dan St. Agustine mengutuk perbuatan homoseksual. Agustine menulis: "Perilaku memalukan sebagaimana yang dilakukan di Sodom haruslah tetap dibenci dan dihukum di manapun selamanya. Seandainya semua bangsa hendak melakukan hal itu, mereka sama bersalahnya di depan hukum Tuhan dan sekaligus tetap melarang kaum laki-laki untuk melakukan hal ini (homoseksualitas)". St. Thomas menyebut sodomi sebagai "contra naturam" yang artinya bertentangan dengan sifat hakiki manusia. Tahun 1975, Vatikan mengeluarkan doktrin "The Vatican Declaration on Social Ethics", yang hanya mengakui praktik heteroseksual dan menolak pengesahan homoseksual. (William F. Allen, Sexuality Summary, 1977).



Ketegasan kutukan Bible terhadap ternyata tidak menciutkan arus homoseksualiti. Berangkat dari kelemahan kebijakan gereja yang bertolak belakang dengan fitrah manusia untuk hidup dan mengagungkan nafsunya dengan menikah melalui larangan para pastur untuk menikah. Menantang arus fitrah sangat berisiko, yang pada akhirnya pelampiasan nafsu pun tak terkendali.



..arus homoseksualiti. Berangkat dari kelemahan kebijakan gereja yang bertolak belakang dengan fitrah manusia untuk hidup dan mengejawantahkan nafsunya dengan menikah melalui larangan para pastur untuk menikah...



27 Februari 2004, The Associated Press Wire menyiarkan satu tulisan berjudul Two Studies Cite Child Sex terhadap anak-anak yang dilakukan oleh 4 persen pastur gereja Katolik. Setelah tahun 1970, 1 dari 10 pastur akhirnya tertuduh melakukan pelecehan seksual itu. Dari tahun 1950 sampai 2002, sebanyak 10.667 anak-anak dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual oleh 4.392 pastur. Studi ini dilakukan oleh The American Catholic Bishops tahun 2002 sebagai respon terhadap tuduhan adanya penyembunyian kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan para tokoh gereja. (Adian Husaini,Wajah Peradaban Barat Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler Liberal, 2005).




A.W. Richard Sipe, seorang pendeta Katolik Roma dalam bukunya "Sex, Priests, and Power: Anatomy of A Crisis" (1995) menyebutkan perilaku seksual di kalangan para pendeta dan pastur. Sebagai gambaran, pada tanggal 17 November 1992, TV Belanda menayangkan program 17 minit tentang pelecehan seksual oleh pemuka agama Kristen di Amerika Serikat. Esoknya hanya dalam satu hari, 300 orang menelepon stasyen TV, dan menyatakan bahawa mereka juga mengalami gangguan seksual oleh para pendeta di Belanda. (A.W.Richard Sipe, Sex, Priests, and Power: Anatomy of A Crisis, London:Cassel,1995, 26.



Pada tahun 2002, The Boston Globe menerbitkan buku berjudul"Betrayal: The Crisis in the Catholic Church" yang membongkar habis-habisan pengkhianatan dan skandal seorang seks para pemuka agama Katolik. Pembongkaran skandal-skandal seks ini telah memunculkan krisis paling serius. Sebagai contoh, pada tahun 1992, di Tenggara Massachusetts di temukan seorang pastur yang bernama James R. Porter melakukan seksual terhadap lebih dari 100 anak-anak (pedofilia). Tidak kalah heboh, ketika tahun 2003 Gereja Anglikan di New Hampshire mengangkat Gene Robinson, seorang homoseks, menjadi Uskup. Robinson dikenal sebagai pelaku homoseksual yang terang-terangan. Ia telah hidup bersama dengan pasangan homoseksnya bernama Mark Andrew selama 14 tahun. Bahkan dalam acara penobatan Robinson sebagai Uskup pun, Mark Andrew lah yang menyerahkan topi keuskupan (bishop's miter).Maka gerakan kaum homoseks dengan rasmi mendapat legitimasi dari gereja.



..A.W. Richard Sipe, seorang pendeta Katolik Roma dalam bukunya "Sex, Priests, and Power: Anatomy of A Crisis" (1995) menyebutkan perilaku seksual di kalangan para pendeta dan pastur...



Seorang teolog Kristen pendukung homoseksual, John J. McNeill SJ menulis buku "The Church and the Homosexual" memberikan justifikasi moral terhadap praktik homoseksual. Menurutnya, kaum Sodom dan Gomorah dihukum Tuhan bukan karena praktik homoseksual, tetapi karena ketidaksopanan penduduk kota itu terhadap tamu Lot. Teolog lain, Gregory Baum, menyatakan: "Jika kaum homoseks bisa menghidupkan cinta, maka cinta homoseksual tidaklah bertentangan dengan naluri manusia. Bahkan kaum Katolik mendirikan sebuah kelompok gay bernama "Dignity" yang mengajarkan bahwa praktik homoseksual tidak bertentangan dengan ajaran Kristus. Pada tahun 1976, Dignity sudah mempunyai cabang di 22 negara bagian AS, termasuk Kanada. Diberbagai Negara barat, muncul organisasi serupa, seperti Acceptance di Australia, Quest di Inggris, dan Veritas di Swedia. Keanggotaan mereka ketika itu sudah mencapai 5000 orang. Dignity menerbitkan majalah bulanan bernama Dignity. Mereka berjuang untuk mendapatkan pengakuan dari gereja Katolik. Dalam Piagam Iman (The Charter of Beliefe) yang mereka buat tertulis sebagai berikut:



"Kaum Katolik gay adalah anggota dari lembaga mistis Kristus dan termasuk di antara kaum Tuhan…kami memiliki martabat sejati karena Tuhan menciptakan kami dalam baptis, mendirikan kuilnya untuk kami…, karena itu semua, kami memiliki hak, hak istimewa, tugas, untuk menumbuhkan kehidupan suci…kami percaya bahwa kaum gay dapat mengekspresikan kehidupan seksualnya dalam sebuah sikap yang sesuai dengan ajaran-ajaran Kristus.." (William F. Allen,Sexuality Summary, 50-51).



Edisi 6 Januari 1996 majalah The Economist menulis judul "Let them wed", yang mengimbau agar kaum gay atau lesbi diberi hak hukum untuk melakukan perkawinan dengan alasan hak individual. Edisi 28 Februari, 5 Maret 2004, majalah inimengangkat kasus perkawinan kaum gay sebagai laporan utamanya, dengan sampul bertajuk "The case for gay marriage."Disebutkan bahwa hingga kini, baru Belanda dan Belgia yang memberikan hak hukum penuh terhadap perkawinan sejenis, sebagaimana layaknya pasangan heteroseksual. Kanada, meskipun belum secara resmi memberikan pengakuan hukum secara resmi terhadap pasangan gay atau lesbian, tetapi secara prinsip sudah memberikan dukungan. Pada 1 September 2003,Eramuslim.com menulis satu berita berjudul "Kaum gay Belanda Terbitkan Buku Pedoman Cara Perkawinan Sesama Jenis." Jadi dasar logika kaum homoseksual adalah hak dan kebebasan individu dan tidak merugikan orang lain.



..tahun 2003 Gereja Anglikan di New Hampshire mengangkat Gene Robinson, seorang homoseks, menjadi Uskup. Robinson dikenal sebagai pelaku homoseksual yang terang-terangan. Ia telah hidup bersama dengan pasangan homoseksnya bernama Mark Andrew selama 14 tahun...



Jadi, berangkat dari isu Hak Asasi Manusia, kebebasan individu, persamaan, dan tidak merugikan inilah peradaban barat berangkat mengusung dan mengasong homoseksualitas sebagai salah satu barang dagangannya. Semuanya berangkat dari dominasi pemikiran sekuler yang diwadahi dengan demokrasi.



Itulah realita barat, lebih khususnya Amerika yang paling depan mengusung demokrasi yang mewadahi sekularisme dan liberalisme. Negara tidak berhak mencampuri urusan agama, begitu pun sebaliknya. Peraturan Negara dan agama pun bisa dibuat atas kesepakatan bersama, walaupun hal itu homoseksualitas, tanpa memandang pelanggaran fitrah dan kepantasan moral.

Read more...
Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP