Ramalan Penaklukan Mekah Yang Tepat di Dalam Al-Quran
Satu lagi aspek keajaiban Al-Qur'an ialah bahawa ianya mendedahkan lebih awal lagi beberapa peristiwa penting yang berlaku di masa hadapan. Ayat 27 surah al-Fath, sebagai contoh menyampaikan khabar gembira bahawa mereka akan menakluk Mekah yang mana ketika itu di bawah penguasaan masyarakat jahiliyyah. "Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada rasulnya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (iaitu ) bahawa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, Insya Allah dalam keadaan aman, mencukur rambut dan kepada dan mengguntingnya, sedang kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang hampir (Penaklukan Khaibar). (Surah Al-Fath, 27) Dalam pertimbangan yang lebih teliti, ayat ini seolah-olah mengumumkan satu lagi kemenangan yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sebenarnya, seperti yang dinyatakan di dalam ayat, orang mukmin akan mula menakluk perkampungan Khaibar, yang mana ketika itu di bawah jajahan Yahudi dan kemudian memasuki Mekah. Pemberitaan mengenai peristiwa ini yang akan terjadi di masa hadapan hanyalah sebahagian dari kebijaksaan di dalam Al-Qur'an. Dan ini juga adalah bukti bahawa Al-Qur'an adalah kalam Tuhan, Maha Mengetahui. Sebenarnya, ini adalah wahyu yang diturunkan kepada umat manusia dari Tuhan yang Maha Mengetahui.
Sinar Islam di Perancis
Bancian yang dilakukan sebuah akhbar di Perancis akhir tahun 2006 mengatakan, bahawa jumlah pemeluk baru agama Islam dari warga asal negara Perancis mencapai enam puluh ribu (60 000) orang. Mereka masuk Islam kerana dorongan cinta dan takjub terhadap agama ini, atau karena pergulatan panjang dan kajian mendalam tentang ajaran agama ini. Majoriti dari mereka pemuda kota yang berpendidikan dan modern. Bancian ini juga menegaskan bahawa warga asal Perancis yang masuk Islam berasal dari kelas sosial yang beragam. Mereka berasal dari kelompok pemikiran, mazhab dan agama yang berbeza. Ada yang sebelumnya Sekular, Buddha, Katolik dan lainnya. Sebagaimana bancian ini menambahkan, bahawa peranan menonjol yang dimainkan oleh komuniti muslim dan organisasi dakwah di tengah masyarakat Perancis. Kelompok dari ketenteraan juga banyak yang masuk Islam, lebih dari 3% pemeluk Islam di Perancis adalah seorang tentara. Sebagaimana daerah “Aisun” sebuah wilayah di Perancis bagian selatan merupakan jumlah terbesar warga yang masuk Islam. Sekitar seribu atau dua ribu (1000 – 2000) orang di wilayah ini masuk Islam. Mereka masuk Islam lima puluh tahun yang lalu, ketika etnik Maghribi masuk ke Perancis. Antara dua sampai tiga (2-3) orang masuk Islam setiap pekannya. Dari jumlah penduduk yang masuk Islam itu, kelompok pemuda menduduki jumlah teratas, laki-laki mencapai 83%, sedangkan wanitanya hanya 17% saja. Faktor yang menjadikan warga Perancis masuk Islam adalah, perkahwinan, iaitu perkahwinan warga muslim dengan non muslim. Umat Islam dikenal sangat toleran, memiliki akhlak yang baik, taat beragama, solat lima waktu, tidak minum arak dan tidak melakukan perkara-perkara jahat. Radio “Suara Perancis” memainkan peranan yang sangat penting di dalam proses masuknya warga Perancis kepada Islam. Pengarah bahagian Acara radio ini, Sami Abdus Salam mengatakan, siaran radio ini sasarannya untuk komuniti muslim yang berada di masyarakat Perancis, berupa nasehat, arahan, dsikusi, dialog seputar permasalahan sosial dan keagamaan, selama lapan belas (18) jam secara live. Dari hasil siaran itu, banyak dari kalangan pemuda muslim, sekitar 99% tidak mahu makan daging babi. Selain itu, bertambahnya orang yang masuk Islam setiap hari dari warga asli Perancis, kerana mereka melihat keadilan Islam yang disiarkan melalui radio. Jumlah populasi umat Islam di Perancis lebih dari enam (6) juta orang, 10% dari jumlah penduduk Perancis. Mereka mempunyai jumlah suara dalam pemilihan undi sebanyak 1,8 Juta suara. Mereka berasal dari lima puluh tiga (53) negara yang berbeza, dan dua puluh satu (21) bahasa yang berbeza. Keturunan Al Jazair termasuk yang paling dominan. Sebuah kajian memprediksikan bahwa jumlah umat Islam akan semakin bertambah tiga kali lipat sampai tahun 2020, sekitar dua puluh (20) juta warga muslim, disebabkan populasi mereka yang cepat dan besar, banyak pendatang muslim dan juga banyak warga asli yang masuk Islam. Kerana itu kita melihat –masih kata bancian itu-, kaum muslimin di sana akan sangat berperan signifikan, tidak bisa diremehkan dan tidak mungkin diabaikan, lebih khusus mereka mewakili 17% dari pekerja di bidang ketenteraan Perancis. 

Gerhana Bulan Pada Tahun Baru Masihi
Tahun baru Masihi 2010 baru saja menjelang, beberapa jam lalu. Seperti biasanya, setiap orang di hampir semua pelusuk khayal dalam perayaannya yang berlangsung hingga awal pagi. Bukan hanya orang tua dan dewasa saja, bahkan anak-anak kecil pun banyak yang diperbolehkan orang tuanya untuk berjaga malam, demi ikut meniupkan trompet tahun baru. Pada saat yang bersamaan, malam tahun baru Masehi 2010 diterangi sebuah peristiwa kebesaran Allah swt, iaitu gerhana bulan. Cahaya bulan yang terang benderang memupus semua mendung yang datang sepanjang hari kelmarin, dan hujan yang bahkan turun hampir selepas Isya. Tentu, selalu ada senario dari Allah swt terhadap semua peristiwa di dunia, apalagi ketika berbarengannnya gerhana bulan dan perayaan tahun baru Masehi. Gerhana bulan memang terjadi Jumat (1/1/2010) sekitar pukul 00.15 dan mencapai puncaknya pada pukul 02.22. Peristiwa ini akan menyebabkan air laut pasang di beberapa wilayah, seperti Jakarta. Akibatnya, apabila malam itu turun hujan lebat, banjir akan terjadi. Orang-orang yang merayakan malam tahun baru tentu merasa diterangi dan “dimeriahkan.” Mungkin, semua hal yang dekat dengan kemaksiatan terjadi pada malam tahun Baru. Sementara Rasulullah saw bersabda dalam salah satu hadisnya: “Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut maka hendaklah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah”. Setelah itu, beliau bersabda : “Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang yang lebih cemburu dari Allah jika hambaNya, laki-laki atau perempuan berzina. Wahai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” [Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani]. Takbir memang menggema di beberapa masjid menandakan adanya ada sebagian orang yang terjaga untuk mengagungkan kebesaran Allah swt. Namun tetap saja, jumlahnya sangat sedikit—teramat sedikit—dibandingkan mereka yang “bergembira” pada perayaan malam tahun baru. Mungkin dengan menurunkan gerhana bulan pada malam tahun baru, Allah swt berkehendak memberi kita pilihan, hanyut dalam perayaan yang mengkhayalkan, atau memilih untuk menyebut nama Allah swt? Sementara hari baru di tahun baru 2010 telah bermula, nasib orang Islam tetap saja sama dengan tahun sebelumnya: miskin, tertinggal, dan jauh dari Allah swt.




