Al-Qur’an Mendahului Sains Modern

>> Monday, December 28, 2009


“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushilat (41): 53).



A. Al-Qur’an Kitab Hidayah



Tanya: Untuk apa Allah swt menurunkan Al-Qur’an?



Jawab: Allah swt menurunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Al-Qur’an adalah kitab petunjuk, bukan kitab kedokteran atau teknik, bukan kitab astronomi atau kimia yang menghimpun berbagai informasi ilmiah ilmu-ilmu tersebut. Sekali lagi ia hanya kitab hidayah ilahi bagi perilaku manusia.



B. Al-Qur’an Turun dengan Ilmu Allah swt



Tanya: Kalau begitu apa maksud ungkapan “Al-Qur’an mendahului sains modern?”



Jawab: Artinya, ketika Al-Qur’an berbicara tentang manusia, tumbuhan, atau makhluk lain, ia pasti berbicara tentang hakikatnya. Manusia baru mengetahuinya setelah sains dan peralatan-peralatan canggih digunakan untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah. Itulah makna Al-Qur’an mendahului sains modern sekaligus sebagai bukti baru mukjizat Al-Qur’an di masa kemajuan teknologi yang semakin menegaskan bahwa ia adalah kalamullah yang tidak sedikitpun mengandung kesalahan.



C. Sesaknya Dada



Tanya: Apa contoh masalah ini?



Jawab: Contoh-contoh cukup banyak, di antaranya penemuan para pilot tentang semakin sesaknya dada mereka setiap kali mereka menambah ketinggian di udara sampai-sampai mereka merasa tercekik karena tak mampu bernafas akibat semakin berkurangnya kadar oksigen. Realita ini belum diketahui sebelumnya, orang menganggap bahwa udara tersedia sampai ke planet-planet dan bintang-bintang yang ada di langit. Sedangkan Al-Qur’an telah mengungkap hakikat ini sejak empat belas abad lebih. Allah swt. berfirman:



“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (Al-An’am (6): 125).



Maksudnya: Barangsiapa berhak disesatkan Allah swt karena amal-amalnya yang buruk dan permusuhannya terhadap Islam, maka Allah swt. menjadikan dadanya sempit bila mendengar mauizhah (nasihat) yang mengingatkannya tentang kebenaran Islam seperti sempitnya dada orang yang naik ke langit. Hal ini tidak diketahui manusia yang tidak beriman sebelum mereka menggunakan pesawat terbang. Lalu apakah Nabi Muhammad saw. memiliki pesawat khusus untuk menyampaikan informasi ini? Atau apakah yang disampaikan semata wahyu yang berasal dari ilmu Allah swt?!



D. Informasi tentang Pusat Perasa di Kulit



Tanya: Adakah contoh yang lain?



Jawab: Ya, kita ambil contoh dari susunan tubuh manusia. Dulu orang percaya bahwa saraf perasa terdapat di seluruh tubuh dengan kepekaan yang sama. Namun ilmu pengetahuan modern mengungkap kekeliruan ini, ternyata pusat kepekaan terhadap rasa sakit dan lainnya terletak pada kulit di mana jarum suntik hanya terasa sakit pada kulit. Al-Qur’an menyebutkan hakikat ini sebelum penemuan para ahli.



“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa (4): 56).



Maksudnya: Perasaan sakit menerima azab terpusat pada kulit mereka dan apabila kulit itu telah hangus matang mereka tidak merasakan azab lagi. Oleh karenanya, Allah swt. Yang Maha Mengetahui ciptaan-Nya menggantinya dengan kulit yang baru agar mereka tetap merasakan azab.



Apakah Muhammad saw memiliki alat-alat bedah khusus untuk mengetahui informasi ini? Atau apakah ini hanyalah bukti bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan dengan ilmu-Nya? Maha Benar Allah swt. yang telah berfirman:



“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushilat (41): 53).



Kesimpulan



Al-Qur’an mengandung informasi yang baru terungkap kebenarannya setelah berabad-abad lamanya seiring kemajuan ilmu pengetahuan.



  • Di antaranya informasi Al-Qur’an tentang sesaknya dada orang yang menjelajah langit, dan pusat rasa yang ada di kulit. Ilmu pengetahuan abad dua puluh kemudian membenarkan informasi Al-Qur’an ini.

  • Kebenaran ini sebagai bukti bahwa Al-Qur’an semata-mata wahyu Allah swt. kepada Rasul-Nya Muhammad saw. Allahu a’lam

Read more...

The Arrivals part 8 (Bukti-bukti mengejutkan tentang Firaun)

Read more...

Ribuan Warga Jerman Masuk Islam


Penodaan dan pendustaan terhadap Islam terjadi di banyak negara di Barat. Tak terkecuali di Jerman. Penodaan dalam beragam bentuk dan cara, terbaru adalah drama “ayat-ayat setan”. Sebagaimana yang lain, drama ini juga menebar kebencian dan penodaan terhadap Islam.

Namun, pada waktu yang bersamaan justeru banyak warga negara Jerman yang masuk Islam, berbondong-bondong, dari hari ke hari.



Pekan lalu menjadi saksi, seorang Penulis sekaligus Wartawan kelahiran asli Jerman bernama Hendrik Bruder (61 th), yang sebelum-sebelumnya terkenal memojokkan Islam dan umatnya, masuk Islam. Masuk Islamnya dia boleh dibilang mendadak…. Dia berkomentar : “Dengarlah, saya telah memeluk Islam.”



Setelah terjadi pergolakan bantin yang hebat selama bertahun-tahun, karena interaksi dan diskusi intens yang ia lakukan dengan seorang Iman Masjid Ridha di Nicola.



Kenyataan ia setelah masuk Islam, “Saya tidak meninggalkan agama, saya justeru kembali pada hakikat agama yang benar, iaitu Islam. Karana Islam agama fitrah, semua anak manusia dilahirkan dalam kondusi demikian.” katanya.



Cerita masuknya warga negara Jerman tidak hanya kali ini saja. Pada tahun sebelumnya, ribuan warga asli Jerman kembali pada pangkuan Islam. Pada tahun 2007 saja terhitung seribu orang masuk Islam, demikian diakui oleh Menteri Dalam Negeri Jerman.



Sebuah Pusat LSM Islam menyebutkan dari tiga juta empat ratus (3,4 juta) penduduk muslim di Jerman, lima belas ribu (15 000) di antara penduduk Asli Jerman.



Sebuah bancian yang dilakukan oleh berbagai media massa di Jerman memaparkan, bahawa antara tahun 2004 dan 2006 merupakan jumlah terbanyak warga Jerman yang masuk Islam, sekitar tiga ribu (3000) laki-laki dan perempuan. Bancian tersebut juga menambahkan bahwa jumlah itu naik tiga kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.



Sebuah perguruan tinggi Islam di Jerman menyebutkan bahwa di tahun 2006 warga Jerman yang masuk Islam berjumlah empat ribu orang (4000), dibandingkan tahun 2005, hanya seribu (1000) orang. Salim Abdullah, Direktur Perguruan Tinggi Islam itu menyebutkan, “Delapan belas ribu warga asli Jerman telah masuk Islam.”



Penodaan dan penistaan yang dialamatkan pada Islam dan kaum muslimin yang terjadi di Barat, merupakan rahasia dan pemicu masuknya warga negara Jerman pada agama Islam.



“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” Ali Imran:54.

Sila lihat video dibawah...lihatlah betapa tingginya kesedaran warga Jerman dalam menerima Islam. Di akhir video ni, seluruh dewan menerima Islam. Allahuakhbar!


Read more...

Islam dan Hari Krismas


Saya terasa terpanggil untuk memberi sedikit pandangan dari perspektif Islam berkenaan dengan sambutan hari Krismas (Christmas) oleh penganut-penganut agama Kristian ketika melawat Menara Berkembar Kuala Lumpur (KLCC) pada hari Ahad, 6 Disember 2009 yang lalu. Ini adalah kerana hiasan sambutan hari Krismas di lobi KLCC itu begitu hebat dan belum pernah saya lihat sehebat itu di mana-mana.



Pengenalan Sambutan Hari Krismas



Definasi Krismas dari Wikipedia adalah:



“Christmas or Christmas Day is an annual holiday celebrated on December 25 that commemorates the birth of Jesus of Nazareth.”1



Jika dirujuk perkataan “Christmas” dalam buku Istilah Agama Kristian, Bahasa Inggeris – Bahasa Malaysia, ia mengatakan:



“- Krismas, Hari Natal, Pesta Kelahiran Tuhan Yesus“2



Jadi jelaslah yang Krismas ini adalah hari sambutan kelahiran Nabi Isa (Yesus) bagi penganut agama Kristian (yang menganggapnya sebagai Tuhan) dilakukan setiap tahun pada 25 Disember. Skop perbincangan ini hanya akan memfokuskan kepada sambutan Krismas sahaja dan tidak pada doktrin ketuhanan nabi Isa, walaubagaimanapun perlu ditegaskan di sini yang Islam amat menentang doktrin syirik itu (Qur’an 5:76).



Bila Nabi Isa a.s. Dilahirkan?



Al Qur’an tidak memberikan tarikh dan masa yang tepat berkenaan hal ini tetapi sekadar gambaran masa kelahiran nabi Isa a.s. Seperti Firman Allah s.w.t.



“Maka seseorang menyerunya dari tempat yang rendah: Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, nescaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu..” (Qur’an 19:24-26)



Peristiwa di atas berlaku pada Maryam a.s. selepas melahirkan Nabi Isa a.s. Di dalam ayat di atas ada menyebut tentang buah kurma yang masak di atas pohonnya, ini menunjukkan yang masa kelahiran itu tentu sekali bukan di dalam musim sejuk, bahkan bermungkinan besar di dalam musim bunga ataupun musim panas.



Bagaimana pula dengan Alkitab? Ini adalah persoalan yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Sambutan Krismas adalah pada setiap 25 Disember dan sinonim dengan salji musim sejuk.



Kitab-kitab Perjanjian Baru (PB) tidak banyak menyentuh tentang kelahiran Nabi Isa a.s. Kitab Matius menyentuhnya secara ringkas, manakala kitab Markus dan Yohanes langsung ‘membisu’ dalam hal ini. Kitab Lukas adalah satu-satunya sumber rujukan yang agak mendalam dengan mengambarkan masa kelahiran Nabi Isa a.s.:



“Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria (Maryam) untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam“. (Lukas 2:6-8)



Di dalam ayat di atas, ada mengatakan yang gembala-gembala tinggal di padang rumput untuk menjaga ternakan mereka pada waktu malam, ini menunjukkan yang musim itu bukanlah musim hujan mahupun musim sejuk. Dalam Adam Clarke Commentary, jelas mengatakan yang aktiviti-aktiviti gembalaan seperti yang dinyatakan dalam Lukas 2:2-8 berlaku dalam musim bunga atau musim panas:



It was an ancient custom among Jews of those days to send out their sheep to the fields and deserts about the Passsover (early Spring), and bring them home at commencement of the first rain…..the first rain began early in the month of Marchesvan, which answer to part of our October and November. We find that the sheep were kept out in the open country during the whole summer.3



Jadi terbuktilah yang sambutan Krismas pada tarikh 25 Disember adalah satu kesilapan masa. Tiada seorang pegembala pun yang sanggup tidur bersama-sama dengan ternakannya di padang rumput pada musim hujan mahupun pada musim sejuk. Pengalaman penulis di India pada musim sejuk, semua ternakan seperti kambing akan di masukkan ke dalam rumah pengembala itu sendiri malah dipakaikan ‘baju’ guni untuk menjaga kesihatan ternakan itu. Bayangkanlah bagaimana keadaan ternakan itu jika ianya diletakkan di padang rumput sepanjang malam pada musim sejuk?



Jadi terbuktilah yang sambutan Krismas pada 25 Disember adalah satu salah faham di dalam ajaran agama Kristian yang telah dibuktikan dari Alkitab (Bible) mereka sendiri. Apa yang menariknya ialah kitab Lukas lebih menepati apa yang Allah s.w.t. Firmankan dalam Surah Maryam, ayat 24 hingga 26, iaitu kelahiran Nabi Isa a.s. bukanlah pada musim hujan mahupun musim sejuk, sebaliknya ia adalah pada musim bunga ataupun musim panas.



Mengapa 25 Disember?



Sebenarnya 25 Disember telah disambut sejak sebelum dari kelahiran Nabi Isa a.s. lagi bagi memperingati ulang tahun kelahiran dewa matahari mengikut mitos kepercayaan masyarakat Romawi (Rom) kuno. Oleh kerana agama Kristian telah diterima oleh kerajaan dan rakyat Romawi pada kurun ke-4 Masihi maka perayaan pada 25 Disember tadi telah diadaptasi menjadi perayaan Krismas kerana pemuka-pemuka agama Kristian ingin menjaga hati orang-orang Romawi yang baru menerima agama Kristian itu. Akhirnya pada 350 Masihi Pope Julius 1 (337 – 352M) telah mengistiharkan secara rasminya yang perayaan Krismas adalah hari suci bagi gereja Katholik.



Dalam The Encyclopedia Americana, di bawah tajuk “Christmas”, ada mengatakan:



“CHRISTMAS, the ‘Mass of Christ’— In the 5th century the Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the Birth of Sol (the Sun) —. Among the German and Celtic tribes, the Winter Solstice was considered an important point of the year, and they held their chief festival of Yule to commemorate the return of the burning-wheel (the sun).”4



Jadi jelaslah kepada kita yang sambutan hari Krismas bukanlah berasal dari ajaran agama Kristian itu sendiri tetapi telah diadaptasi dari kepercayaan karut Romawi kuno. Ini tidak seperti ajaran Islam yang tegas menghapuskan semua perayaan kebatilan kepada para penganutnya seperti mana peristiwa yang diriwayatkan oleh Anas r.a. Semasa Rasullullah s.a.w. sampai ke Madinah dan penduduk Madinah ketika itu sedang manyambut perayaan selama dua hari, bertanyalah Rasulullah s.a.w kepada mereka tentang apa yang mereka rayakan itu. Setelah diberitahu yang sambutan itu adalah sambutan sejak dari sebelum mereka memeluk agama Islam lagi, maka Rasullullah s.a.w. menjawab yang Allah s.w.t. telah menggantikan perayaan itu dengan dua perayaan Islam (iaitu Aidilfitri dan Aidiladha). Dengan cara itu terhapuslah segala perayaan yang tidak islamik sebelum era kedatangan Islam.



Hukum Menyambut Krismas Bagi Orang Islam



Islam amat menggalakan sifat kasih sayang dan hormat-menghormati di dalam semua aspek kebaikan sesama manusia, sekalipun fahaman atau anutan mereka adalah berbeza. Walau bagaimanapun, Islam tetap meletakkan had dan sempadan apabila sesuatu perkara itu menjejaskan akidah penganutnya. Seperti yang telah disentuh di atas, sambutan Krismas adalah satu bentuk salah-faham dalam agama Kristian daripada 3 segi:



1. Mengikut buku Istilah Agama Kristian, Bahasa Inggeris – Bahasa Malaysia (di atas) mengatakan yang sambutan Krismas adalah sambutan ‘hari lahir Tuhan Yesus’. Jadi ini sama sekali bertentangan dengan aqidah Islamiah yang meyakini Allah itu Esa dan tidak berbilang.



2. Tarikh 25 Disember bukanlah tarikh kelahiran Nabi Isa a.s. yang sebenar.



3. Tarikh 25 Disember sebenarnya adalah sambutan kelahiran dewa matahari bagi orang-orang Romawi kuno, jadi sambutan itu adalah sebuah perayaan kabatilan.



Sambutan Krismas adalah sambutan syirik orang-orang Kristian menyambut kelahiran tuhan mereka ke dunia yang dipanggil dalam bahasa Ibrani sebagai “Immanuel” (“Tuhan menyertai kita”)5. Oleh sebab itu, Islam tidak membenarkan sama sekali umatnya untuk terlibat serta dalam apa juga bentuk sambutan hari Krismas, sama ada secara langsung ataupun tidak langsung walaupun hanya dengan mengatakan, “Happy Christmas” atau “Merry Christmas” sekalipun tanpa toleransi.



Jadi hukum menyambut Krismas dalam apa bentuk sekalipun adalah haram dan ditakuti boleh membawa kepada syirik. Umat Islam tidak dibenarkan untuk tolong-menolong dalam melakukan ketidaktaatan kepada Allah s.w.t, seperti Firmannya:



“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Qur’an 5:2)



Nabi Muhammad s.a.w. dalam satu hadisnya mengingatkan kita tentang meniru atau menyerupai ajaran sesuatu kaum yang lain, sabdanya, “Barangsiapa menyerupai sesuatu kaum maka ia akan dibangkitkan bersama kaum itu” (riwayat Abu Daud). Maka dibimbangi jika ada di antara kita yang terlibat sama dengan penganut agama Kristian dalam menyambut Krismas, maka di akhirat nanti kita akan dibangkitkan bersama dengan mereka, wa nau’zubillah.



Kita sewajibnya mengelakan diri terbabit dalam perayaan kebatilan ini sebagaimana Firman Allah s.w.t:



“…dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (Qur’an 25:72)



Ada di antara ulama yang menafsirkan “perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah” termasuklah menyambut perayan-perayaan yang batil, tafsiran ini termasuklah tafsiran Mujaahid dan Ibnu Seereen. Jadi sudah jelas kepada kita apa itu sambutan hari Krismas. Semoga kita bersama-sama dapat menyampaikan perkara ini kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat agar dapat terhindar dari melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah lagi merosakkan akidah ini.

Read more...
Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP