Poligami di Russia?

>> Monday, August 16, 2010

Rusia sedang menghadapi kesan demografi yang runcing ketika ini. Jumlah penduduk perempuannya jauh melebihi laki-laki. Bahkan, dari 145 juta penduduk Rusia, sekitar 10 juta penduduk wanitanya tidak menikah.

Melihat ketidak seimbangan komposisi penduduk itu, tak hairan bila negara United Soviet itu menyusulkan menerapkan poligami yang diatur secara rasmi oleh negara Rusia. Vladimir Zhirinovsky, anggota parlimen Rusia yang menyusulkan cadangan tersebut. Dia sudah menyampaikan idenya itu kepada Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

''Di Rusia, 30% bayi lahir di luar nikah. Jika seorang lelaki mendapatkan hak untuk mendaftarkan pernikahannya dengan wanita kedua yang telah melahirkan, tanpa bercerai dengan isteri pertamanya, dengan alasan lelaki tersebut menghormati isteri pertamanya dan tidak ingin rumah tangganya runtuh, maka kami akan turut bertanggung jawab atas keluarga isteri kedua,'' cetus Zhirinovsky seperti dikutip oleh kantor berita RIANovosti. ''Kita harus membolehkan status hubungan perkawinan ini.''.

Melalui poligami, Ketua Partai Demokrasi Liberal Rusia (LDPR) ini sebenarnya juga menginginkan agar tingkat kelahiran di negaranya dapat ditingkatkan. Sejak beberapa tahun terakhir, Rusia dihantui oleh minimanya angka kelahiran bayi. Keluarga di sana lebih memilih untuk hanya memiliki satu anak dengan alasan kos hidup yang tinggi.

Kerana itu pula, Zhirinovsky mengusulkan pula agar pemerintah memberikan insentif khusus (bonus) sebesar 100 ribu rubel (sekitar 3,3 ribu dolar AS atau sekitar RM 11ribu) kepada keluarga atau wanita yang mempunyai anak pertama.

Saat ini, Rusia telah memberikan insentif sebesar 300 ribu rubel untuk setiap kelahiran anak kedua. ''Mari kita realisasikan bonus 100 ribu rubel atas kelahiran anak pertama.

Saya yakin dengan cadangan itu, sebahagian wanita yang ingin melakukan pengguguran, mereka akan membatalkan niatnya dan lebih memilih melahirkan bayinya,'' jelasnya.

Kini, Rusia kekurangan laki-laki dan lebih banyak perempuannya. Usulan Zhirinovsky ini sejalan dengan aksi Perdana Menteri Chechnya, Ramzan Kadirov, yang juga telah mengajukan proposal meluluskan poligami.

Disebutkan bahawa dalam beberapa kali perang, laki-laki Chechnya telah berkurang sekitar 10%. Akibatnya, kini lebih banyak wanita di Chechnya. ''Setiap laki-laki dapat bebas memilih kehidupannya. Dia adalah seorang pemimpin dalam lingkungannya.

Dan, saya kira, kehidupan peribadinya tidak boleh diintervensi (oleh siapapun),'' cetus Kadirov.

Menyetujui apa yang disampaikan Kadirov, Vladimir Zhirinovsky mengatakan, ''Lihat, sekarang kita memiliki 10 juta wanita Rusia yang tidak berkahwin.'' Saat ini, pemerintah Rusia masih memperkuat kuasakan aturan monogami dan melarang dilakukannya poligami.

Khabarnya, banyak warga yang melakukan poligami secara diam-diam, entah kerana keperluan atau kerana ketempangan demografi yang menakutkan itu.

0 comments:

Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP